Tampilkan postingan dengan label Non-artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non-artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2009

Pembatas Buku Termahal di Dunia


Koleksi pribadi




Sebenarnya dulu hanya iseng-iseng. Karena banyak memiliki koleksi yang dobel, belasan lembar uang-uang lama itu saya laminating. Saya pikir lumayan buat pembatas buku. Di antara belasan lembar yang saya laminating itu, terdapat ORI I, uang de Japansche Regeering, dan uang Federal II. Semuanya Unc, bayangkan kalau dijual. Bisa Rp 500.000 semua.

Waktu itu saya belum mengerti yang namanya blog, maklum sekitar tahun 2000. Mau menjualnya pun bingung ke mana. Ya saya pikir, sebagian dijadikan pembatas buku, saja sebagian buat pajangan. Kan enak lihatnya kalau lagi stres atau suntuk. He...he...he... mungkin inilah pembatas buku yang berharga paling mahal di dunia. Coba perhatikan beberapa foto itu, ada tanda-tanda laminating kan?

Selasa, 09 Desember 2008

BI Mencabut dan Menarik 4 Pecahan Uang Kertas dari Peredaran


No. 10/ 61 /PSHM/Humas

Bank Indonesia terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/33/PBI/2008 secara resmi mencabut dan menarik 4 (empat) pecahan uang kertas dari peredaran. Pecahan uang kertas yang dicabut dan ditarik adalah sebagai berikut:

  1. Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien),
  2. Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara),
  3. Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan
  4. Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan polymer).









(Klik gambar untuk memperbesar)


“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang”, demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang Pengedaran Uang.

Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender).

Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat. Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 (lima) tahun sejak pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018.

Jakarta, 26 November 2008
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT


Filianingsih Hendarta
Kepala Biro

Sabtu, 25 Oktober 2008

Uneg-uneg Djulianto Susantio


Mencari buku-buku numismatik berbahasa Indonesia, tidak dimungkiri sama sulitnya dengan mencari sebatang jarum di antara tumpukan jerami. Rupanya, di Indonesia numismatik belum banyak diminati orang. Memang, numismatik masih tertinggal jauh dibandingkan filateli, misalnya.

Tak urung, organisasi macam Perhimpunan Penggemar Koleksi Mata Uang (PPKMU) kini tidak terdengar lagi. Entah karena apa. Mungkin sejumlah numismatis senior tidak berkiprah lagi karena berbagai alasan, seperti meninggal, sakit, dan sibuk.

Kini yang justru bergema adalah Asosiasi Numismatik Indonesia (ANI). Saya harapkan nasib ANI lebih baik dari PPKMU. ANI harus lebih banyak merangkul masyarakat untuk mencintai numismatik. Apalagi dalam kondisi perekonomian seperti sekarang ini.

Hidup saja semakin susah, bagaimana mungkin berkoleksi. Di pihak lain harga-harga koleksi cenderung naik dari tahun ke tahun. Kalau tidak ada dukungan dari numismatis senior terlebih yang merangkap pedagang, bagaimana mungkin dunia numismatik Indonesia akan maju.

Kembali ke soal buku, memang selama ini ada beberapa buku yang sangat berhubungan dengan dunia numismatik. Di luar buku katalogus, buku-buku itu antara lain Banknotes and Coins from Indonesia 1945-1990, Sejarah Uang, dan Penemuan Uang Kertas.

Namun buku mengenai cara mengumpulkan uang, seperti A Beginner's Guide to Coin Collecting, belum tersedia di pasaran. Terus terang, di tahun 1990-an saya pernah mencoba menulis buku "Pedoman Berkoleksi Mata Uang" untuk pemula. Beberapa penerbit yang saya tawarkan di arena Pesta Buku Jakarta, sepertinya tidak tertarik. Susah menjual buku demikian, kata mereka.

Menawarkan naskah kepada beberapa bank swasta juga tidak membuahkan hasil. Boleh dikatakan tidak ada tanggapan. Ada-ada saja alasan mereka, harus rapat direksi dululah, harus ke kantor pusatlah, harus ini itulah. Pokoknya penolakan secara halus.

Kini naskah tersebut entah ke mana. Mungkin terselip di antara tumpukan barang, mungkin pula hilang. Meskipun begitu saya tetap mengharapkan ada orang "gila" yang mau mensponsori penerbitan buku seperti itu.

Memang dari segi komersial sulit memperoleh titik impas dalam waktu singkat. Namun dari segi idealisme, tentulah kepuasan batin yang akan didapat.

Tadinya saya iseng-iseng saja membuat blog ini. Langsung saya belajar sendiri karena kata orang blogger gampang dibuat. Jangan heran kalau tampilan blog ini sering bergonta ganti. Begitu pun hurufnya, sesekali ancur-ancuran. Maklum, bahasanya adalah HTML sehingga agak membingungkan saya. Kemudian saya pikir mengapa tidak dijadikan saja sebagai arena komunikasi dan informasi kolektor dari segala tingkatan.

Apakah di antara Anda ada yang tertarik menjadi sponsor penerbitan buku? Dalam bayangan saya ada beberapa hal yang perlu dikemukakan untuk kolektor pemula, antara lain manfaat berkoleksi numismatik, jenis koleksi numismatik, tip merawat uang kertas, tip merawat uang logam, mengenai istilah grade, sejarah penerbitan uang, dsb.

♦ Kontak Saya ♦

Nama Anda :
Email Anda :
Subjek :
Pesan :
Masukkan kode ini :

.

Photobucket

.

Pyzam Glitter Text Maker