Tampilkan postingan dengan label Mancanegara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mancanegara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2010

Kapal VOC Ditemukan Berisi 180.000 Keping Koin Emas


Budapest - Sebuah kapal Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) ditemukan di dasar laut dengan isi antara lain 180.000 koin emas. Seluruh koin dalam kondisi bagus dan nilai taksiran sekitar US$ 1 miliar!

Bangkai kapal VOC yang diperkirakan tenggelam 3 abad lalu tersebut ditemukan oleh para penyelam Hungaria di perairan dekat salah satu pantai di Brazil, demikian dikutip detikcom dari media Belanda berdasarkan rilis media Hungaria, Sabtu (28/11/2009).

"Kapal bernama Voetboog bertiang tiga ini tenggelam pada 29/5/1700, dengan awak 109 orang, membawa muatan sangat mahal," ujar kepala ekspedisi Attila Szalóky.

Muatan kapal VOC iu antara lain sutera, rempah-rempah, teh, porselein dan 180.000 keping koin emas Belanda. "Benda-benda itu menurut para penyelam dalam kondisi bagus," jelas Szalóky.

Menurut Szalóky, kapal tersebut dalam perjalanan dari Batavia (kini Jakarta) menuju Negeri Belanda. Dengan memilih rute pelayaran via perairan Brazil awak kapal berharap dapat mencapai Negeri Belanda dengan aman.

Namun bagaimana akhirnya kapal tenggelam masih belum jelas benar. Diduga sesampainya di Samudera Atlantik kapal tersebut terjebak dalam badai dan akhirnya karam. (es/es)

(detiknews.com)

Senin, 11 Januari 2010

Koin 5 Cent Terjual USD 3,7 Juta!


Sebuah koin langka yang pernah dimiliki raja Mesir dan dipakai dalam film detektif populer era 70-an Hawaii Five-O, laku terjual seharga 3,7 juta dolar (setara 37 miliar) dalam sebuah lelang terbuka di Florida, oleh Heritage Auctions pada Jumat lalu.

Koin 5 cent yang dikenal sebagai Liberty Head itu merupakan satu koin buatan tahun 1913 yang paling terkenal dari Amerika Serikat. Pembelinya adalah seorang kolektor yang tak ingin disebutkan namanya.

Koin tersebut pernah dimiliki Raja Faraouk dari Mesir sampai tahun 1952. Kemudian berpindah tangan beberapa kali, sampai akhirnya muncul dalam film seri Hawaii Five-O tahun 1973.

(www.medantalk.com, 10 Januari 2010)

Sabtu, 12 Desember 2009

Mao absen dari uang kertas Cina


Uang kertas baru Cina menonjolkan Olimpiade Beijing 2008

Untuk kali pertama dalam masa hampir 10 tahun, Cina menerbitkan uang kertas baru tanpa gambar pendiri Cina Komunis Mao Zedong.

Uang kertas pecahan 10 yuan baru ini berhias gambar stadium baru Olimpiade Beijing di depan, dan arca pelempar cakram kuno Yunani di belakang.

Kedua gambar berlatar belakang Kuil Langit, yang berlokasi di Beijing.

Uang kertas baru ini diterbitkan dengan enam juta lembar, tapi kebanyakan uang kertas yang beredar tetap menampilkan wajah Mao, pendiri Cina Komunis.


Mendominasi


Di dompet warga Cina, mantan tokoh tertinggi Komunis itu masih mendominasi, mulai dari uang kertas dengan nilai nominal terkecil hingga terbesar.

Wajah Mao mendominasi uang kertas Cina

Wartawan The BBC Quentin Sommerville di Shanghai mengatakan, dominasi Mao dalam mata uang Cina mulai berlangsung tahun 1999, ketika gambarnya diperkenalkan sebagai alat untuk memerangi pemalsuan uang, meski tidak berhasil.

Wartawan kami mengatakan, kultus individu Mao Zedong yang dulu mendominasi Cina secara umum telah tergeser oleh arsitek modernisasi Cina, Deng Xiaoping.

Di lingkungan politik sudah lama merebak debat soal menyingkirkan Mao dari permukaan mata uang dan menggantikannya dengan Deng Xiaoping, namun sejauh ini belum ada langkah serius yang diambil.

(Sumber: bbcindonesia.com)

Senin, 02 Maret 2009

Mengumpulkan Uang Logam Yunani Kuno



Mempelajari numismatik Yunani seolah kita mempelajari sejarah dunia masa lalu dan bagi seseorang yang ingin terjun serta berpetualang menjadi kolektornya, haruslah memiliki kesabaran yang tinggi dan ketekunan yang mendalam. Bisa dipastikan hasilnya tidak akan sia-sia, yakni suatu koleksi yang indah tiada tara dan sulit ada bandingannya. Bayangkan saja tidak kurang dari 600 kaisar, raja atau penguasa lainnya dari sekitar 1.500 kota menjadi objek persaingan para juru ukir masa itu untuk dilukiskan di kepingan uang logam, untuk lebih menarik dan lebih indah antara satu dengan lainnya.

Bermula Kresus, raja Lydia di Asia Kecil dari tahun 560 hingga 546 SM memerintahkan pembuatan uang logam dengan menggunakan bahan electrum (campuran alamiah emas dengan perak) dan emas dari sungai Laktol untuk mencetak lambang seperti banteng dan singa di atas kepingan-kepingan logam yang ditimbang sangat teliti, sehingga terciptalah uang logam baru.

Untuk memudahkan perdagangan, uang-uang logam tersebut dikeluarkan di kota Athena, Egine, Korinthus, Syrakus, dan Metaponte. Uang-uang tersebut umumnya dibuat dari bahan perak dan tak lama kemudian diikuti oleh bangsa-bangsa lain masa itu. Numismatik Yunani bisa dibagi dalam enam zaman:

  1. Zaman Arkais (550 – 480 SM): Selama masa tersebut ukiran masih cukup kasar. Kebanyakan uang logam dicetak di atas satu muka atau kadang-kadang memiliki persegi empat yang kosong di atas muka yang lain. Sebagai contoh dapat disebutkan uang logam sikle dari raja Darius I. Sedangkan kota Metaponte mencetak lambang bulir gandum yang memiliki kekhasan, yaitu di satu muka bulirnya bulat cembung dan di muka yang lain bulirnya bulat cekung.
  2. Zaman Peralihan (480 – 415 SM): Zaman ini mencakup perang Persia (disebut juga perang marathon) dan kepungan kota Syrakus oleh prajurit Athena merupakan zaman peralihan antara seni yang masih cukup kasar dengan seni ukir yang belum ada bandingannya di dunia numismatik. Muncullah di atas kedua muka kepingan corak uang logam yang bertemakan binatang, dewa-dewa, bunga, dan kadangkala tercantum juga nama kota pencetak.
  3. Zaman Kematangan (415 – 336 SM): Selama zaman tersebut, para ahli ukir menunjukkan kebolehan mereka dan setiap kepingan uang logam merupakan suatu karya seni yang amat berbobot, diedarkan beribu-ribu jenis uang logam dari dasadrachma dalam perak dari Syrakus, ciptaan juru ukir Kymon dan Evainet hingga uang stater dari Korinthus yang amat indah itu. Di atas kepingan tertentu tercantum tanda tangan pengukirnya.
  4. Zaman Hellenistik (336 – 196 SM): Pada 336 SM naik tahta Iskandar III yang Agung (Alexander the Great), raja Macedonia salah seorang raja pejuang yang terbesar dalam sejarah umat manusia. Dalam kurun waktu hanya beberapa tahun dia berhasil meluaskan kerajaannya ke seluruh penjuru dan terutama ke arah Timur sampai mencapai sungai Indus. Sistem keuangan Yunani diberlakukan di seluruh tanah kekuasaannya, sehingga memudahkan arus perdagangan antara daerah-daerah kerajaan yang baru. Baru 13 tahun dia memerintah dengan mutlak, Iskandar Agung meninggal dunia (323 SM), para jenderalnya membagi-bagikan daerah kerajaannya. Ptolomeus mendapat Mesir, Seleukus mendapat Syria, dll. Setiap penguasa mempertahankan uangnya sendiri-sendiri. Mula-mula salah satu muka uangnya bergambar Iskandar Agung yang didewakan, namun selanjutnya setiap raja menyuruh agar mengukirkan wajah/kepalanya sendiri. Zaman ini menyajikan pula kebhinekaan besar akan sistem keuangan dan dicetak caturdrachma dalam perak yang sungguh elok.
  5. Zaman Penguasaan Romawi (196 – 27 SM): Tentara Roma mengepung kota Athena dengan sukses pada 196 SM. Kota-kota yang takluk memperoleh izin dari penguasa Roma untuk meneruskan pencetakan uang logam. Namun pada umumnya pada masa ini kepingan-kepeingan uang logam kurang bagus dibandingkan dengan kepingan logam yang diukir pada masa dua abad sebelumnya.
  6. Zaman Imperium Romanum (27 SM – 268 M): Ketika Oktavianus merebut tahta kekuasaan pada 31 SM dan mendirikan Imperium Romanum pada 27 SM, dia memutuskan bahwa mulai saat itu hanya kaisar sendirilah, yaitu dirinya sendiri, yang boleh mencetak mata uang. Maka lenyaplah sama sekali uang Yunani, kecuali emisi yang diizinkan kaisar Oktavianus-Agustus dan para penggantinya. Namun uangnya dicetak dari bahan perunggu dan agak kasar. Mata uang ini disebut kolonial Romawi.

(Sumber: Iwan DF, Berita PPKMU, Agustus 1990)

Selasa, 24 Februari 2009

Uang Logam Kepulauan Marshall


Nama Marshall tentu masih terasa asing di telinga kita. Namun di dunia numismatik, nama ini sudah sangat populer. Banyak uang logam dengan gambar selebriti terkenal dunia diterbitkan kepulauan ini.

Marshall merupakan negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik, termasuk dalam teritorial AS. Pemerintah Marshall sangat gencar memopulerkan negaranya dengan menerbitkan berbagai cendera mata seperti uang logam (koin) dan prangko. Adapun para selebriti yang pernah menghiasi uang logam Kepulauan Marshall adalah:


Elvis Presley (Penyanyi)


Uang logam bergambar Elvis Presley diterbitkan dalam tiga jenis:
Nilai nominal 5 dollar, bahan kupro nikel, diameter 38,7 mm, berat 28,94 gr.
Nilai nominal 10 dollar, bahan kuningan, diameter 34, 6 mm, berat 19,73 gr.
Nilai nominal 50 dollar, bahan perak, diameter 38,7 mm, berat 31,1035 gr.
Semuanya bertanda tahun 1995, bertuliskan 1935 (tahun kelahiran) – ELVIS PRESLEY – 1977 (saat meninggal)


Marilyn Monroe (Aktris)

Marilyn Monroe (MM) mempunyai nama asli Norma Jean Mortenson, lahir pada 1926 dan meninggal pada 1962. Uang logam yang diterbitkan terdiri atas empat nominal, yaitu 5 dollar (kupro nikel), 10 dollar (kuningan), 20 dollar, dan 50 dollar (keduanya berbahan perak).


James Dean (Aktor)

Kehidupan James Dean sangat tragis karena dia meninggal pada saat berada di puncak karirnya, yakni dalam usia 24 tahun karena kecelakaan mobil. Satu set koin James Dean terdiri atas tiga nominal, yakni 5 dollar (kupro nikel), 10 dollar (kuningan), dan 50 dollar (perak).

Koin yang diterbitkan Kepulauan Marshall sangat laku sebagai cendera mata. Bandingkan dengan negara kita yang merupakan negara kepulauan, namun penerbitan koinnya sangat jarang.

(Sumber: Berita PPKMU, Oktober 1995, Desember 1995, dan Oktober 1996)

Selasa, 17 Februari 2009

Varia Numismatik (I)


Pajak Jendela Akibat Penarikan Uang


Pada 1695 Inggris menarik dari peredaran uang logam perak lama yang ditempa. Uang logam yang dibawa ke percetakan uang dapat ditukar dengan uang baru yang dicetak dengan mesin, sehingga memungkinkan setiap orang untuk mengambil keuntungan dengan memotong atau melelehkannya.

Setelah penarikan, dijumpai adanya defisit akibat perbedaan antara perak yang didapat dari penarikan uang logam lama dan nilai nominal dari uang logam yang dibagikan sejumlah 2,7 juta poundsterling. Untuk menutupinya, maka dibuat pajak jendela yang membebankan setiap rumah berdasarkan jumlah jendela yang ada. Akibatnya, ribuan jendela ditutupi batu bata dan pembangunan baru hanya memiliki jendela yang sangat sedikit. Akhirnya pajak yang tidak disenangi tersebut dihentikan.


Lelang Uang Kertas Terbesar

Lelang arsip Percetakan Uang Kertas American-Bank Note Company (ABNC) pada November 1990 menghasilkan sekitar $3,8 juta, jauh di atas harga taksiran 4-5 kali lipat. Harga tertinggi dari penawaran 15.000 uang kertas, buku catatan produksi uang, lukisan prototipe meliputi keluaran Jepang, Hawaii, Puerto Riko, Kuba, Spanyol, Yunani, dan Venezuela. Lot termahal adalah 3 lembar uang cetakan percobaan Jepang 20 yen seharga $24.000 melalui cara yang sama.

Sekitar 50% penawaran senilai $1 juta dimenangkan oleh seorang pedagang terkenal, di antaranya seri Gedung De Javaasche Bank 1919 dan seri NICA 1943. Diperkirakan hasil penjualan tersebut akan lebih tinggi jika dibagi dalam 3 periode. Sisa uang kertas arsip ABNC dilelang pada tahun berikutnya.


Uang Palsu yang Sah Berlaku

Martinique, jajahan Prancis, ketika dijajah oleh Inggris dibanjiri oleh uang palsu Sou Marque hampir menyingkirkan uang logam asli dari peredaran. Uang palsu tersebut akhirnya diberi cap “C” bermahkota sebagai tanda sah berlaku senilai 10 denier atau 10 escalin, juga sama dengan 15 sol.

Hal yang sama terjadi di Tibet, sejumlah uang Tangka tidak resmi dinyatakan sebagai alat pembayaran yang sah menurut maklumat pada 1881, sehingga tidak ada perbedaan antara uang palsu dan asli.


Raja Charles IX Membuat Uang untuk Kebanggaan Sendiri

Raja Charles IX (1560-74), putra Charles Henry II (1559-60) dari Prancis semasa muda memalsukan uang dan mempelajari seni mencetak uang logam dengan bantuan yang antusias dari anggota-anggota gilda pembuat uang. Mereka mencoba secara gila-gilaan untuk menunda mekanisasi proses pencetakan uang logam yang telah dimulai sejak tahun 1551.

Menurut laporan-laporan sezaman, dia mencetak sejumlah besar uang logam dari berbagai pecahan dan sangat puas membanggakan hasil karyanya. Secara langsung maupun tidak langsung, dukungannya terhadap uang logam yang dicetak dengan tangan mengakhiri ancaman akan mesin cetak uang logam hingga pertengahan 1600-an.

(Sumber: Alim A. Sumana, Buletin PPKMU, No. 2 Juni 1991 dan No. 4 Oktober 1991)



Minggu, 08 Februari 2009

Kegemaran Numismatik


Di Perancis sebagaimana pula di banyak negara lain, sejumlah orang berdaya upaya menemukan kembali asal-usul mereka. Dari situlah timbul minat untuk mempelajari sejarah dan seni, termasuk numismatik.

Beberapa tahun lalu pernah terbit sebuah karangan berjudul “Uang menceritakan sejarah” (terjemahan dari bahasa Perancis). Ketika itu penulis diwawancarai jaringan televisi TF 1. Jawaban penulis, pada masa lampau uang merupakan televisi rakyat karena pada masa itu belum dikenal alat komunikasi modern. Kendati pun kesan ini bernada gurauan, itu merupakan suatu kenyataan karena lewat uanglah dan benda-benda lainnya, misalnya medali, rakyat bisa mengenali rajanya dan anggota keluarga kerajaan lainnya. Bahkan mengenal peristiwa yang terjadi selama masa pemerintahannya, mengenal kepercayaannya, mitologi atau monumen yang sudah sejak lama hancur lebur ataupun perabot-perabot yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.

Kebanyakan naskah sejarah biasanya merupakan lembaran salinan, sedangkan uang logam bisa muncul kembali dalam keadaan utuh dan asli setelah terkubur berabad-abad lamanya. Koin pada dasarnya bisa menceritakan sejarah rakyat, daerah ataupun suatu kota. Sementara uang kertas yang kemunculannya masih agak baru bisa menceritakan arus-arus perekonomian yang luas.

Sangat menggairahkan bagi para penyelidik, numismatik merupakan suatu kegemaran yang mengasyikkan bagi para kolektor. Malah bisa menjadi sekadar tabungan. Nilai selembar uang kertas atau sebuah uang logam suatu waktu bisa naik dengan tajam, meskipun bisa juga turun secara drastis. Hal tersebut sangat tergantung pada nilai kelangkaan bendanya dan permintaannya di pasaran.

Kalau begitu apa yang harus dikumpulkan dan bagaimana caranya? Pertanyaan ini sering kali diajukan kepada kolektor profesional yang kadang kala bisa meragukan kolektor awam, mengingat tema yang dapat memikat hati amatlah luas. Misalnya tentang zaman, negara, tokoh, binatang, monumen, dan lain-lain. Untuk itu ada baiknya calon kolektor memilih sendiri tema yang diminatinya dengan mengikuti seleranya sendiri dan yang paling penting disesuaikan dengan isi koceknya.



Bagaimana Menjadi Seorang Kolektor

Banyak pertanyaan bagaimana menjadi seorang kolektor atau di mana dan bagaimana cara mendapatkan koleksi mata uang? Berikut ini ada beberapa cara:

  • Mengumpulkan sendiri mata uang. Bila mata uang Indonesia bisa menyisihkannya dari pendapatan atau dari uang belanja/jajan. Bila Anda sempat ke luar negeri atau punya teman yang sering mondar-mandir ke mancanegara, mintalah oleh-oleh beberapa keping mata uang dari mereka.
  • Tukar-menukar dengan teman sehobi, uang kertas atau uang logam yang Anda miliki dalam beberapa eksemplar. Namun perhatikan nilai bendanya.
  • Membeli mata uang di toko, perhatikan bonafiditas penjual.
  • Membeli mata uang di pelelangan. Biasanya ada katalog lelang. Anda boleh datang sendiri atau mengutus orang.
  • Membeli mata uang di bursa. Di mancanegara banyak diselenggarakan bursa internasional. Di tempat itu sering terjadi transaksi. Sayang di negara kita belum ada kegiatan seperti itu.
  • Membeli lewat katalog. Sebelum hadirnya internet, beberapa numismatis profesional menjual mata uang lewat katalog yang dikirim kepada mereka yang memintanya. Boleh dibilang semacam transaksi tertulis atau lewat pos.
  • Membeli lewat internet. Sekarang dengan adanya internet, transaksi bisa dilakukan lewat sarana online itu. Biasanya terpampang gambar koleksi yang akan dijual, berikut harga dan ongkos kirimnya. Banyak website numismatik terdapat di internet.



Tahukah Anda?

Bank Perancis dari 1800, saat berdirinya, hingga 1990-an telah mengedarkan 158 lembar uang kertas yang berbeda-beda. Di antara kesemuanya itu, lembar 1990-an diakui sebagai lembar terelok dari semua lembar uang yang telah diedarkan. Kini uang-uang tersebut ramai diburu orang.

Sebanyak 15 buah uang logam emas dijualbelikan di bursa Paris: 7 buah dijualbelikan hanya pada hari Kamis, yaitu ½ Napoleon, ½ Pound, Elisabeth II, 20 Mark, 5 Rubel, 5 Francs Tunisia, dan 5 Dollar AS. Ke-8 buah lainnya dijualbelikan pada hari sisanya, yakni Napoleon, Palang Swis, Poundsterling, Uni Latin, 20 Dollar AS, 10 Dollar AS, 50 Pesos Meksiko, dan 10 Gulden. Setiap buah mewakili satu negara, kecuali uang logam Uni Latin yang mencakup 8 negara, yaitu Sardinia (20 Lira), Italia (20 Lira), Belgia (20 Francs), Monako (20 Francs), Rumania (20 Lei), Bulgaria (20 Leva), Yunani (20 Drachma), dan Austria (8 Florint).

(Sumber: Iwan DF, Berita PPKMU, Juni 1990)

*Iwan DF adalah numismatis Indonesia yang bermukim di Paris

Sabtu, 17 Januari 2009

Pemerintah Zimbabwe Cetak Uang 100 Triliun Dollar


Foto: Istimewa


Pemerintah Zimbabwe akan meluncurkan uang kertas bernominal 100 triliun Zimbabwe sebagai upaya untuk mengakomodasi hiperinflasi negara itu. Angka resmi inflasi di Zimbabwe pada bulan Juli lalu mencapai 231 juta persen akibat babak belurnya perekonomian negara itu.

Harian Herald yang merupakan corong pemerintahan Presiden Robert Mugabe, Jumat (16/1), memberitakan, Bank Sentral Zimbabwe segera mencetak uang bernominal 100 triliun dollar Zim (babwe) atau setara dengan 300 dollar AS (sekitar Rp 330.000) di pasar gelap pada hari Kamis lalu. Nilai dollar Zim praktis merosot drastis hampir setiap harinya.

Selain uang bernominal 100 triliun dollar Zim, Bank Sentral Zimbabwe juga meluncurkan uang kertas bernilai 10, 20, dan 50 triliun dollar Zim. ”Guna menjamin rakyat memiliki akses atas uang mereka dari perbankan, Bank Sentral Zimbabwe akan mengeluarkan sejumlah uang kertas yang secara bertahap masuk dalam peredaran, dimulai dari uang bernominal 10 triliun dollar Zim,” ujar bank sentral seperti dikutip Herald.

Peluncuran uang bernominal triliunan dollar Zim ini hanya berselang sepekan setelah diluncurkan uang bernominal 10, 20, dan 50 miliar dollar Zim. Tujuannya untuk mengakomodasi tingkat inflasi di Zimbabwe yang sangat ekstrem.

Hanya saja, munculnya uang bernominal miliaran dollar Zim ini tetap sulit mengimbangi angka inflasi yang terus meningkat tajam. Perkiraan resmi menyebutkan angka inflasi Zimbabwe mencapai 231 juta persen pada bulan Juli 2008. Namun, para ahli di luar Zimbabwe menegaskan, angka inflasi yang nyata beberapa kali lebih tinggi dari perkiraan resmi tadi.


Mata uang asing

Nilai dollar Zimbabwe terus merosot tajam selama tiga dekade pemerintahan Presiden Mugabe. Saat merdeka dari Inggris tahun 1980, nilai satu dollar Zim setara dengan nilai satu poundsterling.

Dengan nilai mata uang lokal yang terus merosot tajam, setiap pedagang, mulai dari penjual sayur di pinggir jalan hingga penyedia jasa telepon seluler, mematok harga mereka dalam mata uang asing. Hal ini semata guna menghindari kerugian akibat merosotnya nilai dollar Zim hampir setiap harinya.

Bank Sentral Zimbabwe memberikan lisensi bagi sedikitnya 1.000 toko di seluruh negeri itu untuk menjual barang-barang dalam mata uang asing. Langkah ini untuk membantu dunia bisnis di sana agar tidak kesulitan mendapat mata uang asing yang sangat diperlukan untuk mengimpor suku cadang dan berbagai produk asing.

Kehidupan ekonomi dan sosial di Zimbabwe dilaporkan semakin sulit akibat produk-produk yang langka dengan harga yang terus melangit. Harga barang-barang di Zimbabwe sangat mahal dalam ukuran dollar AS, membuat beban kehidupan rakyat di sana semakin mahal dibandingkan dengan negara-negara tetangganya.

Sekitar 80 persen dari 13,4 juta populasi negara itu berada dalam garis kemiskinan. Program Pangan Dunia (WFP) menuturkan, sekitar lima juta orang di negara di belahan selatan Afrika itu sangat bergantung pada bala bantuan pangan.

Zimbabwe semakin terbenam kesulitan saat dokter dan perawat melakukan pemogokan menuntut kenaikan upah yang lebih tinggi. Gaji mereka semakin tidak berarti dengan tingkat inflasi yang demikian ekstrem. Aksi mogok ini berlangsung di tengah merebaknya wabah kolera di negara itu bulan lalu, yang menelan lebih dari 2.100 korban tewas. (Reuters/AFP/ppg)

*******

HARARE -- Zimbabwe akan menerbitkan uang kertas 100 triliun dolar, dalam upaya terbarunya untuk menjaga langkah mengatasi hiperinflasi yang telah membuat perekonomian negara itu compang-camping, media pemerintah mengatakan Jumat.

Uang kertas baru 100.000.000.000.000 Zim-dolar itu akan bernilai sekitar 300 dolar AS atau sekitar Rp3,3 juta berdasarkan nilai tukar Kamis di pasar informal, di mana perdagangan kebanyakan mata uang dilaksanakan, namun nilai mata uang tersebut terkikis secara dramatis setiap hari.

Reserve Bank of Zimbabwe akan menerbitkan tiga uang kertas lainnya dalam denominasi triliun dolar yakni 10, 20, dan 50, kata surat kabar pemerintah Herald.

Langkah tersebut dirancang untuk membuat pekerja dapat menarik seluruh gaji mereka dalam satu kali, kata surat kabar itu.
Padahal baru pekan lalu, bank itu mengeluarkan uang kertas dalam denominasi miliar dolar masing-masing 10, 20 dan 50 dengan tujuan yang sama, namun uang-uang kertas itu tidak lagi cukup untuk menjaga hiperinflasi.

Perkiraan resmi yang lalu menyebutkan inflasi sebesar 231 juta persen pada Juli, namun para pakar di luar kini yakin bahwa angka itu lebih tinggi berkali-kali. ant/afp/is

(Sumber: Kompas dan Republika, Sabtu, 17 Januari 2009)

Kamis, 15 Januari 2009

Inflasi di Zimbabwe


Foto-foto: Istimewa



Zimbabwe, salah satu negara di benua Afrika, sampai saat ini merupakan pemegang rekor inflasi terbesar di dunia yaitu 2.200.000 % (2,2 juta persen). Parahnya lagi harga-harga melambung begitu cepat hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Tidak heran jika karyawan toko-toko di Zimbabwe begitu sibuk mengganti label harga jika terjadi perubahan harga.

Pada tanggal 20 Juli 2008 ini otoritas bank Zimbabwe juga menerbitkan pecahan uang sebesar 100 Miliar Dollar, yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia.

Zimbabwe, salah satu negara dengan penduduk termiskin di dunia kini sangat menderita. Bila kondisi ini masih belum bisa terkendali, maka inflasi tahunannya bisa mencapai 5 juta persen pada Oktober nanti.

Akibat inflasi yang tidak terkendali, kini terus terjadi gelombang baru kenaikan harga yang membuat kebutuhan pokok berada di luar jangkauan: sepotong roti sekarang ini berharga sama dengan 12 mobil baru sepuluh tahun yang lalu. Coffee beans buatan lokal saja sudah seharga 1 juta dolar Zimbabwe. Sepuluh tahun yang lalu, itu sudah bisa dipakai untuk membeli 60 mobil baru. Industri manufaktur hanya beroperasi 30 persen dari kapasitas maksimumnya dengan berkurangnya karyawan akibat mereka tidak mampu membayar biaya transportasi.

Harga barang-barang di pasar tradisional masuk dalam kisaran juta; 10 juta, 15 juta - dan masih terus naik.

(Dikutip dari berbagai sumber di internet)

Zimbabwe Keluarkan Pecahan Uang 50 Miliar


Foto: AFP/Desmond Kwande




Seorang pria di Harare, Zimbabwe tengah memamerkan uang kertas baru senilai 50 miliar Dolar Zimbabwe yang dikeluarkan Bank Sentral negara itu pada Selasa (13/1).

[HARARE] Bank Sentral Zimbabwe mengeluarkan uang kertas baru senilai 50 miliar. Nilai uang tersebut hanya cukup untuk membeli tiga surat kabar dalam inflasi ekonomi tinggi yang melanda negara tersebut. Uang kertas tersebut berharga US$1.25 atau sekitar Rp 14.000 pada perubahan suku bunga pasar gelap Selasa (13/1).

Seminggu yang lalu $ 50 miliar tersebut dihargai US$2.20 per buah dan dua minggu lalu US$ 3.30. Reservasi Bank Zimbabwe mengabarkan, perihal uang kertas $ 20 miliar dan $ 50 miliar ini pada iklan di surat kabar Mondayís Herald. Iklan ini menjelaskan bahwa uang kertas tersebut adalah awal dari segala kemudahan. Pada Desember, Bank telah mencetak uang kertas senilai $ 10 miliar.

Tetapi setiap saat ketika muncul denominasi besar, harga-harga naik di setiap perbelanjaan, karena peredaran mata uang lokal sangat jarang karena banyak permintaan pelanggan dibayar dalam dolar Amerika atau rand Afrika Selatan.

Warga Zimbabawe sementara berusaha keluar dari inflasi. Uang kertas tertinggi di negara tersebut dikeluarkan pada Agustus dengan $ 100 miliar, ketika Bank meningkatkan nilai mata uang dengan sepuluh nol. Surat Kabar Herald berharga 10 kali dari dolar Zimbabwe yang baru. Harga sebuah surat kabar sekarang $15 miliar.

Perekonomian Zimbabwe jatuh lebih dari sebulan di tengah krisis politik yang terjadi atas pembagian kekuasaan antara Presiden Robert Mugabe dan pihak oposisi. Kekurangan obat-obatan dan makanan sampai BBM dan listrik melanda negara ini. Hancurnya sistem pengairan menyebabkan wabah kolera yang telah membunuh sedikitnya 2.000 warga. [AP/EMS]

(Sumber: Suara Pembaruan, 14 Januari 2009)

Rabu, 14 Januari 2009

Peringatan Cina Soal Yuan Palsu



Bank sentral Cina memperingatkan, uang kertas yuan palsu beredar menjelang tahun baru Cina.

Uang palsu itu mungkin bisa lolos dari sebagian alat deteksi.

Bank sentral mengatakan, uang kertas pecahan 100 yuan itu dengan nomor seri "HD90" dilaporkan di 10 provinsi. Uang kertas dengan nomor seri sama juga ditemukan di Hong Kong.

Pernyataan Bank Rakyat Cina mengatakan, detektor berkualitas rendah tidak selalu bisa menemukan uang kertas tiruan tersebut.

Namun, pihak bank menyatakan, ciri-ciri uang palsu itu bisa diketahui dengan mata telanjang, dan mendesak warga agar waspada.

"Kendati kebanyak uang kertas 100 yuan palsu tidak terlalu sulit diketahui, masyarakat seyogyanya waspada mengingat transaksi uang tuai selama Festival Musim Semi tinggi," katanya.

Koran berbahasa Inggris terbitan Hongkong, South China Morning Post, mengatakan, polisi telah menyita lebih banyak uang kertas 100 yuan di kota tersebut baru-baru ini dan temuan uang palsu itu dengan nomor seri berawal HD.

Uang tiruan itu diyakini diproduksi oleh sindikat pemalsuan di Taiwan, yang dibongkar pada bulan Oktober disertai dengan disitanya uang kertas senilai 100 juta yuan.

(Sumber: BBC Indonesia, 9 Januari 2009)

♦ Kontak Saya ♦

Nama Anda :
Email Anda :
Subjek :
Pesan :
Masukkan kode ini :

.

Photobucket

.

Pyzam Glitter Text Maker